Cerpen 1

Rumah Angker



Di suatu desa terdapat keluarga yang hidup rukun dan damai. Ayahnya bernama Supri dan Ibunya bernama Neli. Mereka mempunyai tiga anak,dua laki-laki dan satu perempuan. Anak pertam Namanya Rodi yang berumur 17 Tahun. Anak kedua bernama Ayu yang berumur 15 Tahun. Anak ketiga bernama Dani yang berumur 12 Tahun. Mereka saling mencintai dan menyayangi sesama Keluarga nya.Suatu saat Dani sedang tidur siang. Saat Dani tidur rumahnya kebakaran karena Ibu Dani lupa mematikan kompor. Sehingga membuat wajah Dani menjadi terbakar saat tidur. Satu bulan kemudian wajah Dani sudah mulai membaik.


Satu Minggu kemudian Keluarga Dani Kembali mendapat musibah yaitu Ibu dari Ayahnya Dani Meninggal. Mereka tinggal sementara di rumah Ibu dari Ayahnya Dani. Lalu mereka memutuskan untuk pindah rumah ke dekat rumahnya Ibu dari Ayahnya Dani. Rumah mereka yang mereka tinggal pun menjadi kosong sampai sekarang. Karena tidak ada yang menghuni rumah tersebut, rumah itu menjadi angker dan warga di Desa itu sering melihat Perempuan yang memakai baju warna putih dan duduk di atap rumah itu.

Setalah 5 tahun pindah,Rumah Dani di kontrakan ke warga pendatang dari luar kota yang bernama Dito dan Moni yang bekerja di kampung tersebut. Setelah 1 bulan tinggal di rumah tersebut Dito dan Moni merasa bahwa rumah yang mereka tinggali tersebut angker. Suatu saat mereka membersihkan rumah tersebut. Saat membersihkan rumah tersebut Moni melihat sosok anak kecil yang sedang bermain ayunan di belakang rumah mereka.Moni pun berteriak lalu Dito datang. Dito pun bertanya pada Moni.
"Kenapa kamu berteriak Moni?" Teriak Dito.
"Aku melihat sosok anak kecil yang bermain ayunan di belakang rumah," Jawab Moni sambil ketakutan
"Ga ada ko, aku barusan lihat di belakang" Ucap Dito.
"Ada tadi anak kecil pake baju putih" Kata Moni.
"Mungkin perasaan kamu saja" Ucap Dito
"Mungkin" Kata Moni.

Keesokan harinya saat Dito pergi kerja Moni melihat sosok anak kecil lagi yang sedang berlari di dalam rumah mereka. Moni terkejut dan langsung pergi ke kamar dan mengunci pintu kamarnya. Kemudian Dito pun pulang dan pergi ke kamar, Dito terkejut kenapa pintu kamar dikunci. Dito pun memanggil Moni, Moni pun menjawab Dito dan menceritakan kejadian tadi.

Dito pun memanggil ustad yang bernama Supriadi untuk membacakan doa ke rumah mereka. Saat membacakan doa tersebut anak kecil tadi keluar lagi dan mengatakan bahwa rumah ini milik dia dan gaakan ada satu pun orang yang boleh tinggal di rumah itu, karena itu anak kecil tadi mengganggu Moni. Dito dan Moni pun sepakat agar pindah dari rumah tersebut 3 hari kedepan. 3 hari kemudian mereka pun pindah dari rumah tersebut. Sehingga rumah tersebut kembali lagi menjadi rumah kosong yang angker. Warga kembali melihat penampakan² sosok makhluk halus di sana.

                                          Tamat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BUDAYA NUSANTARA